MENGHIDUPKAN KEMBALI KENDURI ENCEK, BUDAYA BERSIH DESA BULUKERTO, MALANG

Bunyi kentongan bertalu-talu memenuhi setiap sudut dusun mengawali pelaksanaan Kenduri Encek yang merupakan salah satu rangkaian Bersih Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (25/3/2021) pagi.

Warga pun berbondong-bondong keluar dari rumah sambil membawa Encek menuju ke Punden Mbah Imam Sujono, satu dari 5 Punden Desa yang hari ini serentak menggelar Kenduri Encek Bersih Desa.

Secara bergantian, warga meletakkan Encek ini di pelataran Punden, kemudian duduk melingkari deretan Encek yang sudah terkumpul. Dengan khidmat mereka memanjatkan puja dan doa untuk Allah SWT.

“Mboten kekirangan sandang, nggih mboten kekirangan pangan (tidak kekurangan busana dan makanan),” begitu tokoh adat, Sujito membacakan doa dalam bahasa Jawa halus. Tradisi Kenduri Encek ini selalu dilaksanakan oleh masyarakat setempat saat bersih desa.

Seiring perkembangan zaman, tradisi leluhur Kenduri Encek ini nyaris pudar, tokoh masyarakat Desa Bulukerto sepakat menghidupkan kembali Kenduri Encek ini pada Selamatan Bersih Desa tahun 2021 ini.

Jika tahun lalu hanya beberapa Rukun Warga (RW) yang menggelar Kenduri Encek, tahun ini semua RW di Desa Bulukerto menggelar Kenduri Encek ini.

Encek adalah sebuah wadah makanan kenduri yang terbuat dari pelepah pisang yang berbentuk persegi, di sisi tengah bagian bawah terdapat anyaman bambu sebagai penopang makanan.

Di dalam Encek ini ditaruhlah daun pisang sebagai alas makanan, kemudian diselipi daun kelapa muda atau janur. Encek sendiri bermakna menanti cahaya surga, hal ini tersirat dari keberadaan pelepah pisang dan janur yang memiliki filosofi surga yang agung, atau ada yang mengatakan Encek adalah sebuah harapan atau cita-cita yang besar.

Makanan yang di dalam Encek, biasa disebut warga setempat dengan sebutan asahan. Dimana selain nasi, ada juga telur, ikan bandeng, sayur mayur dan ayam ingkung.

“Kita membuat Encek untuk satu RT ini beramai-ramai, mulai pukul 13.00 hingga sore hari, luar biasa suasananya, sangat semarak dan penuh kekeluargaan,” ujar Juru Makam setempat, Dul Rahmat.

Ketika hasil Encek terlihat sangat rapi, ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan para warga ini. Warga menyakini apa yang mereka lakukan ini sangat berkaitan dengan masa depan desa mereka dan keluarga.  

Bersih desa di Desa Bulukerto sendiri, menurut Kamituwo Desa Bulukerto, Sukandar dilaksanakan pada hari Kamis Kliwon malam Jumat Legi Wulan Ruwah. “Semalam (Rabu Malam, 24/3/2021) kita menggelar Selamatan Desa, dan pagi ini kita teruskan dengan Selamatan Punden,” ujar Sukandar.

Tujuan kegiatan ini adalah berdoa agar selalu dijauhkan dari bala, selalu diberikan kesehatan dan diberikan kesejahteraan yang barokah serta selalu diberikan keselamatan. Selamatan Desa diawali dengan ritual iber-iber yang dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Maret 2021 dan Selamatan Desa.

Pada hari Kamis, 25 Maret 2020 dilaksanakan Selamatan Punden di lima titik, yakni Punden Pendopo Kasepuhan Jagal Abinowo Dusun Buludendeng, Punden Kasepuhan Balepanjang Keramat Mbah Imam Sujono, Punden Kaliumbul Dusun Kliran dan Dusun Gemulo, Pendopo Kasepuhan Tirtosari Dusun Cangar dan Sumber Umbul.

“Kita juga meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan desa wisata yang sesuai dengan visi misi wali kota yakni desa berdaya kota Berjaya. Kita juga akan membangun satu sanggar seni di setiap kecamatan yang ada di Batu, agar masyarakat desa semakin paham nilai-nilai seni tradisi, sehingga bukan hanya seni kontemporer saja yang berkembang,” katanya.

Dinas Pariwisata juga akan mendorong, setiap desa untuk memiliki tematik tersendiri dalam Selamatan Desanya, sehingga satu desa dengan desa lainnya berbeda dan memiliki daya tarik wisatawan tersendiri. Seperti pelaksanaan Kenduri Encek yang merupakan salah satu rangkaian Bersih Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (25/3/2021) pagi.(*)

Penulis: Apriliano Aditya Cahya Putra, Duta Desa Bulukerto Malang