• Indonesia
  • admin@alitindonesia.or.id
  • 0821-3187-5187

Paket Pelatihan

Pengalaman ALIT dalam melakukan upaya perlindungan anak serta pengembangan mereka terutama yang berada dalam wilayah marginal selama 21 tahun telah membawa dampak pada perubahan situasi sosial pada mereka yang telah mendapatkan proses pendampingan oleh Yayasan ALIT

Berkembangnya organisasi yang berawal dari pendampingan dari satu kelompok anak di wilayah urban sejumlah 20 anak pada tahun 1998 berkembang menjadi 14 wilayah dampingan (Surabaya, Pasuruan, Maumere, Gianyar, Denpasar, Sumenep, Ambon, Kota Kupang, Kedung Ombo, Kabupaten Malang, kota Batu, Jember, Banyuwangi, Kabupaten Lombok Utara) dengan total anak yang didampingi sejumlah lebih dari 10.000 anak

Pengalaman ALIT dalam melakukan upaya tersebut direspon positif oleh lembaga internasional untuk melibatkan ALIT sebagai tim konsultan teknis pengembangan program berbasis anak serta praktek langsung bersama institusi atau komunitas untuk langkah-langkah perlindungan anak di sebagian besar wilayah rentan Indonesia, seperti :Maluku dan Maluku Utara (UNICEF dan UNDP), Regional NTT (WVI dan Save The Children UK), Aceh dan Nias (Save The Children Alliance), Region Jatim (PLAN Indonesia), Sulawesi Selatan (PLAN Indonesia)

Pengalaman ALIT dalam pendampingan dan pengembangan program perlindungan anak diapresiasi lembaga internasional seperti : ICMEC (International Center For Missing & Exploited Children), ECPAT Internasional (End Child Prostitution and Traficking and Child Tourism), IVLP (International Visitor Leadership Programs), Internastional Coalition of World Day Prevention Of Child Abuse

Pengalaman ALIT dalam membangun koalisi nasional perlindungan anak seperti : Kids Line 199, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, Surabaya Children Crisis Center (SCCC), Jatim For Indonesia (JFI), Insitut Kemanusiaan Surabaya (IKS)

Dengan program ini. Harapannya Ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh ALIT dapat dikembangkan oleh publik secara luas dan mandiri melalui serial kegiatan pelatihan yang dilengkapi dengan modul teknik implementasinya.

Self Protection Training

Uraian
adalah pelatihan yang diberikan para caregiver (pendamping anak, konselor, pengasuh, guru, coach) untuk membangun kemampuan anak dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya abused, exploitasi maupun bahaya yang lain terhadap diri anak.

Tujuan
memberikan kapasitas para caregiver untuk dapat melakukan kegiatan secara sistematis dan menyenangkan bagi kelompok anak yang didampingi/asuh.

Sasaran
  • Relawan, staf lapangan, trainer anak
  • Jumlah Peserta: 20 orang per kelas
  • Durasi Waktu : 3 hari 2 malam
  • Fasilitas : : Full Board (menginap, training kits: goody bag, tshirt, gelang, block note, pulpen, Modul)

  • Training Equipment
  • Biaya : Rp 3.000.000/per kepala
  • Fasilitator Utama : Yuliati umrah, S.IP
  • Co Fasilitator : Maria Petrosa Wajong, S.Psi, Ludvina Berdina Pulcheria Parera, S.Pd
  • Play For Life Training

    Uraian
    Merupakan kegiatan permainan untuk optimalisasi tumbuh kembang fisik motorik anak usia 7-12 tahun yang dapat dipraktekan dalam kegiatan pemanfaatan waktu luang maupun dalam proses belajar mengajar selama di ruang belajar mengajar pada ruang pendidikan formal atau non formal.

    Tujuan
    Meningkatkan kemampuan para pendidik, pelatih dalam membangun skill teknis dalam olah tubuh dan olah gerak dasar.

    Sasaran
  • Guru olah raga, coach, relawan pndamping anak
  • Jumlah Peserta : 20 orang per kelas
  • Durasi Waktu : 3 hari 2 malam
  • Fasilitas : : Full Board (menginap, training kits: bag Pack, tshirt, gelang, block note, pulpen, Tumbler, Modul)

  • Training Equipment
  • Biaya : Rp 3.000.000/per kepala
  • Fasilitator Utama : Slamet Santoso, S.Pd
  • Co Fasilitator : Ranau Alejandro, Ranah Ivananda, Early Aura Figlia Halik
  • Child Participation Training

    Uraian
    Merujuk pada prinsip umum hak anak, salah satunya respect the view of children dimana seringkali orang dewasa menemui kesulitan dalam teknis berkomunikasi secara terbuka, nyaman, dalam upaya melibatkan pandangan anak dalam mengambil keputusan sebagai bahan pertimbangan utama.

    Tujuan
  • Meningkatkan kemampuan para pendamping anak, pengembangan perencanaan, pelakanaan kegiatan, serta evaluasi sekaligus yang melibatkan anak-anak secara aktif dan optimal sesuai dengan prinsip umum konvensi hak-hak anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
  • Membangun kemampuan teknis dalam berkomunikasi pada anak yang mengalami situasi-situasi buruk

  • Sasaran
  • Pimpinan komunitas, Ormas, Guru BK, Kelurahan, PKK
  • Jumlah Peserta : 20 orang per kelas
  • Durasi Waktu : 3 hari 2 malam
  • Fasilitas : : Full Board (menginap, training kits: goody bag, tshirt, gelang, block note, pulpen, Modul)

  • Training Equipment
  • Biaya : Rp 3.000.000/per kepala
  • Fasilitator Utama :Yuliati Umrah, S.IP
  • Co Fasilitator : Arif Gunawan, S.Ant, Fitroni Amirul Ramadhan
  • Child Rights Programming Training

    Uraian
    Implementasi hak-hak anak di seluruh dunia dapat dirumuskan melalui langkah-langkah strategis dnegan menggunakan pendekatan tiga pilar, yakni : partisipasi anak, pengembangan komunitas orang dewasa dan mendorong negara menjalankan kewajiban terhadap konvensi yang telah di sepakati dalam bentuk langkah-langkah advokasi.
    Kesulitan yang dihadapi institusi negara maupun masyarakat sipil dalam upaya implementasi hak-hak anak karena tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dalam memahami isi konvensi yang linear dengan praktek implementasi pada setiap pasalnya sesuai dengan wilayah cluster dalam konvensi hak-hak anak.

    Tujuan
    Membangun kapasitas organisasi/institusi dalam mengembangkan program berbasis hak anak

    Sasaran
  • Pimpinan organisasi/instansi : LSM, Lembaga Donor, Ormas, kantor kedinasan, Parpol, Asosiasi bisnis, Korporasi
  • Jumlah Peserta: 20 orang per kelas
  • Durasi Waktu : 5 hari 4 malam
  • Fasilitas : Full Board (menginap, training kits: goody bag, tshirt, gelang, block note, pulpen, Modul)

  • Training Equipment
  • Biaya : Rp 7.500.000/per kepala
  • Fasilitator Utama : Yuliati umrah, S.IP
  • Co Fasilitator : Slamet Santoso, S.Pd, Metodius Adolfus Pagie, S.Phil
  • The Convention on the Rights Of the Child (CRC) Training

    Uraian
    Pengetahuan dasar tentang konvensi hak-hak anak yang telah diratifikasi Indonesia pada tahun 1989 dan telah diadopsi menjadi hokum positif dalam UU Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014
    Pengetahuan dasar ini menjadi standar minimum bagi negara peserta ratifkasi konvensi ini dalam menjalankan kesepakatan internasional termasuk protocol tambahan lainnya yang menjadi penilaian internasional terhadap pelaksanan kewajiban negara peserta. Pengetahuan ini meliputi isi konvensi, logika hak asasi manusia, teknik identifikasi, indicator, pemenuhan hak dan pencatatan pelanggaran hak anak.

    Tujuan
    Meningkatkan pengetahuan dan kepedulian organisasi negara dan non negara serta institusi stakeholder lainnya terutama yang berperan secara langsung dalam upaya menjalankan kewajiban negara, peserta terhadap konvensi : to fullfil, to protect, to promote and to respect.

    Sasaran
  • Instansi pemerintah, ormas, LSM, Universitas/akademisi, APH
  • Jumlah Peserta: 20 orang per kelas
  • Durasi Waktu : 5 hari 4 malam
  • Fasilitas : Full Board (menginap, training kits: goody bag, tshirt, gelang, block note, pulpen, Modul)

  • Training Equipment
  • Biaya : Rp 7.500.000/per kepala
  • Fasilitator Utama : Yuliati umrah, S.IP
  • Co Fasilitator Edward Dewaruci, SH, M.Hum, Gunardi Aswantoro, AMD
  • Yuliati Umrah

    Direktur Eksekutive ALIT Indonesia, master training on Child Protection International

    Lihat Profil

    Gunardi Aswantoro

    Program Manager SECTT ALIT Indonesia, master training on Community Based on Right Child

    Lihat Profil

    Slamet Santoso

    Program Manager CRP ALIT Indonesia, master training on Child Protection

    Lihat Profil

    Laras Sekar Kinanti

    Human Resource and Development

    Lihat Profil